4. HARMONIS DENGAN LINGKUNGAN
i. Harmonis dengan Keluarga
Kesuksesan karier dan keharmonisan keluarga ibarat 2 sisi mata uang, mereka adalah komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya menciptakan Surga di dunia ini. Coba bayangkan, seorang yang sukses dan kaya raya menghadapi makan malam sendirian, karena istri dan anak-anak mereka telah kabur karena percekcokan.
"Hidangan apapun yang ada di meja tidak akan ada rasanya, hampa dan sepi adalah teman baginya. Sedangkan seorang yang tidak kaya, makan dengan ditemani tawa ceria anak istri, walaupun tempe yang terhidang di meja, rasanya sungguh seperti makanan para dewata di kerajaan surgawi".
Keluarga sebagai satu kelompok manusia yang senantiasa setiap hari berinteraktif (±14 jam sehari berkumpul bersama), maka keharmonisan keluarga merupakan kunci penting bagi terciptanya kebahagiaan pada kehidupan saat ini.
Perkawinan merupakan suatu pertalian di antara kekurangan dan ketidak-sempurnaan. Masing-masing pasangan harus dapat mengembangkan sikap menerima dan bersyukur atas kelebihan atau kekurangannya. Toleransi, kesabaran, kasih sayang, saling terbuka merupakan landasan bagi terciptanya keluarga yang harmonis.
Anda dapat memilih untuk menciptakan surga di dunia melalui keluarga yang harmonis, atau membalikkannya menjadi neraka bagi keluarga yang tidak menemukan kedamaian dan keserasian. Cuma ada satu jalan sempit yang dapat dilalui oleh berdua, untuk itu keduanya harus saling berpegang tangan dan mengingatkan, karena jalan yang terbentang di depan tidak selalu rata dan mudah. Seorang suami harus memperlakukan isterinya dengan hormat, penuh pengertian, dan timbang rasa bukan menganggap mereka sebagai pembantu atau parasit. Kalau kebetulan suami yang bekerja, maka isteri yang mengurusi rumah tangga juga mempunyai peranan yang berat untuk menjaga rumah dan anak-anak. Demikian sebaliknya, apabila isteri yang bekerja, sedangkan suami belum mendapat pekerjaan, maka kedua belah pihak tetap harus saling menghormati, saling menyayangi. Suami jangan keenakan terus tidur dirumah. Bagaimanapun suami harus rajin dan disiplin untuk mencari nafkah. Tidak perlu mencari siapa yang bekerja lebih keras, karena pencarian tersebut akan berakhir dengan perang dunia. Isteri harus melayani suami dengan baik dan lembut, jangan sering mengontrol untuk hal-hal yang kecil, karena satu hal yang paling dibenci oleh laki-laki adalah merasa diperlakukan seperti anak kecil.
Sang Buddha membagi 4 jenis kehidupan perkawinan :
a. Seorang suami jahat dengan isteri jahat
Seperti mayat bersanding dengan mayat lainnya
b. Seorang suami jahat dengan isteri baik
Seperti mayat bersanding dengan bidadari
c. Seorang suami baik dengan isteri jahat
Seperti malaikat bersanding dengan mayat
d. Seorang suami baik dengan isteri baik
Seperti Malaikat bersanding dengan bidadari
Karenanya perkawinan antara suami yang baik dengan isteri yang baik menciptakan surga di dunia ini. Di dalam keluarga, penting sekali dipancarkan pikiran-pikiran positif agar keluarga bahagia. Kalau suami pulang malam, jangan isteri langsung mencurigai dan menuduh yang bukan-bukan, perlu kearifan untuk memulai masalah.
Seorang suami atau isteri yang senantiasa memancarkan energi positif, akan mengundang pasangannya dan anak-anak untuk mendekat dan bercengkerama bersama. Demikian sebaliknya, seorang suami atau isteri yang suka emosional dan berpikiran negatif, menjauhkan pasangan dan anak-anaknya dari pelukannya.
Sang Buddha bersabda "Sebuah keluarga adalah tempat dimana pikiran bergabung dan kesentuhan satu dengan yang lain. Bila pikiran-pikiran saling mencintai satu dengan yang lain, rumah itu akan seindah taman bunga yang asri, namun bila pikiran-pikiran itu tidak harmonis satu dengan yang lain, keadaannya bagaikan topan badai yang memporak-porandakan isi taman itu" (Angattara Nikaya III;30)
ii. Harmonis dengan Lingkungan
Dengan teman-teman, baik rekan sekerja atau sahabat-sahabat, perlu juga dijalin hubungan saling menghormati. Pancarkan pikiran-pikiran positif kepada lingkungan sekitar kita akan membuat kita berbahagia, demikian juga lingkungan kita.
Bergaullah dengan teman-teman yang baik, dan yang dapat membawa ketenangan batin. Hindari diri dari pembicaraan yang tidak baik. Dalam pergaulan hak dan kewajiban masing-masing pihak perlulah dijaga. Janganlah cepat tersinggung oleh kata-kata yang belum tentu dimaksudkan untuk menyakiti kita. Cobalah berpikiran positif, bahwa si Anu tidak bermaksud menghina saya, sedangkan dalam berteman, agar segalanya dilandaskan kepada etikad/niat baik.
Salah satu cara melanggengkan persahabatan adalah saling tolong-menolong. Dalam hidup ini pilihlah beberapa sahabat yang dapat menjadi teman diskusi dan yang dapat membantu kita memperoleh kemajuan batin yang lebih baik.
Teman yang salah pilih, merupakan ular berbisa yang setiap saat dapat membawa kita kearah kegelapan batin. Jangan ragu dan segan untuk menolak ajakan yang dapat membahayakan kita. Ingatlah bahwa tidak semua orang berbahagia melihat kita sukses dan berhasil. Hindari tempat-tempat yang berbau maksiat, agar tidak terjerumus.
Bolehkah saya ke diskotik sesekali atau karaoke? Boleh saja, asal anda dapat mengendalikan diri dan tidak keablasan, benteng diri anda adalah pengendalian pikiran anda, apabila benteng tersebut jebol, maka anda akan merasakan penderitaan, walau mungkin sementara itu kenikmatan semu yang anda peroleh, tetapi percayalah anda sedang di jurang neraka dunia dan maksiat.
Jangan perdulikan kata-kata teman yang mengejek kita kuno, banci, penakut, takut isteri dan kata-kata lainnya yang berbisa. Karena kata-kata tersebutlah yang dapat menyebabkan anda kehilangan kendali diri.
Janganlah iri hati dan dengki dengan keberhasilan teman kita. Justru kita harus bersyukur dan mendoakan teman-teman kita, agar kita semuanya bisa sukses dan bahagia. Dengan suksesnya teman-teman kita, bukankah jalan hidup kita juga dapat berubah. Mungkin saja besok-besok teman tersebut dapat membuka jalan bagi hidup kita. Kalau semua teman, kita harapkan selalu miskin dan susah, otomatis kita juga akan mendapatkan kesulitan, yang jelas mereka pasti akan selalu merongrong kita untuk mendapatkan pekerjaan dan pinjaman uang.
Harmonis dengan lingkungan dapat berarti juga harmonis dengan setiap makhluk dan alam ini. Alam ini adalah keseimbangan yang secara alamiah terbentuk. Karenanya, setiap tindakan yang menyebabkan ketergangguan atas keseimbangan tersebut akan membawa kerugian bagi semua pihak.
Melepaskan makhluk hidup juga merupakan usaha harmonisasi dengan lingkungan, Nabi Lao Tze dan Nabi Kong Hu Cu sangat menekankan perlunya keseimbangan alami ini. Kita sudah banyak melihat bukti bencana longsor, banjir, kebakaran, cuaca buruk, semuanya karena alam terganggu.
Tetapi mereka yang menyebabkan alam terganggu dan penderitaan bagi pihak lain, seolah menutup mata dan bahkan tertawa menikmati keuntungan dari hasil eksploitasi tersebut. Semoga mereka segera menyadari perbuatan mereka.
.
Showing posts with label MENCIPTAKAN SURGA DI DUNIA : 4. Harmonis Dengan Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label MENCIPTAKAN SURGA DI DUNIA : 4. Harmonis Dengan Lingkungan. Show all posts
Sunday, July 25, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)