3. MENJADI SUKSES
Banyak umat yang berkeluh kesah, saya ini selalu gagal usaha, gagal bekerja, gagal bercinta, gagal berkeluarga dan segala kegagalan lainnya, saya tidak cukup banyak uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karenanya saya ini hidup jauh dibawah kewajaran yang disebutkan diawal blog ini. Tanpa perlu mengendalikan panca indera lagi, wong memang hidup sudah susah.
Kalau begitu selamat! Anda tidak perlu bersusah payah mengendalikan panca indera lagi, apakah anda telah belajar mengendalikan pikiran anda? Pikiran orang gagal dan orang yang selalu merasa kalah, justru yang lebih sulit untuk dikehendaki. Pikiran mereka selalu dipenuhi kecemasan, kekhawatiran, keluh kesah, keputus-asaan, keragu-raguan akan Dharma, kebosanan dan kejenuhan hidup.
Mulai sekarang kendalikan pikiran anda, meditasilah dan terapkan rumus-rumus piiran positif. Dan yang terpenting bertindaklah. Hanya mereka yang berpikiran positif dan bertindak yang akan sukses dengan mencapai apa yang mereka kehendaki.
Jauhkan sifat kalah selebum berperang, katakanlah pada diri anda, "Siap tidak mau mendengar kata-kata, saya akan gagal lagi, atau saya selalu dikalahkan dan itu telah terjadi berkali-kali". Buanglah jauh-jauh sifat tersebut, mulai hari ini anda akan berkata, "Saya tidak akan menyerah dan tidak bersedia menerima jawaban tidak, saya memberikan komitmen penuh untuk keberhasilan dan kesuksesan saya, dan dengan demikian, pikiran dan persepsi anda akan berubah".
Kelihatannya sederhana sekali. Memang kenyataan sederhana, selama ini yang membuat rumit dan sulit adalah diri kita sendiri, pikiran kita sendiri. Lihatlah semuanya begitu sederhana, saya akan keluar sebagai pemenang, untuk itu saya menciptakan kesempatan, bukan menunggu kesempatan. Untuk memulai usaha untuk menuju sukses, siapkan langkah-langkah berikut :
a. Pergunakan Imajinasi Anda
Imajinasi itu tidak pernah memikirkan hal-hal yang telah berlalu. Berpantanglah pada kata-kata "seharusnya saya begini, seharusnya saya begitu" tidak ada yang terlambat dalam dunia ini, mulailah imajinasikan apa yang hendak anda kerjakan. Saya ingin jadi Sarjana, maka segeralah mendaftar ke Perguruan Tinggi. Saya ingin mempunyai toko komputer, segeralah belajar komputer dan mencari informasi tentang computer. Semua usaha senantiasa dapat mendatangkan untung kalau dikelola secara benar. Anda pernah mendengar orang berjualan pangsit yang assetnya jutaan dollar Amerika? Atau seorang penjual Lumpia yang anaknya semua sekolah di luar negeri? Jangan memandang enteng setiap usaha, setiap usaha mempunyai kesempatan menjadi sukses. Dalam buku saya terdahulu mengenai "mencapai kekayaan duniawi", maka telah dijelaskan bahwa ajaran Sang Buddha sangat merestui orang untuk menjadi sukses dan kaya, asal dengan menempuh cara-cara yang benar.
Agama Buddha tidak pernah melarang anda mempunyai 10 Mercedes Benz atau 20 rumah di real estate yang mewah. Carilah kekayaan tersebut dengan cerdik, yakni tidak terikat dan buatlah kekayaan tersebut menjadi kebahagiaan anda dan kebahagiaan bagi orang lain.
"Dengan kekayaan yang dikumpulkan secara benar, yang diperoleh melalui usaha sendiri, ia membagikan makanan dan minuman kepada makhluk-makhluk yang membutuhkan". (Itivuttaka 66).
Justru Sang Buddha sendiri memberikan beberapa resep untuk menjadi kaya. Salah satu resepnya adalah "Siapkan dirimu dengan baik".
Langkah pertama menyiapkan diri tersebut dengan baik adalah dengan imajinasi. Imajinasi bukanlah khayalan, bukan impian tetapi kekuatan pikiran tentang apa yang dapat kita laksanakan untuk mencapai keberhasilan. Diskusikan imajinasi bisni anda dengan mereka yang ahli, atau lihat dan bacalah dengan teliti pengalaman-pengalaman sejenis yang telah memberikan kesuksesan pada orang lain.
b. Tuangkan imajinasi anda dalam bentuk data-data
Setelah anda berimajinasi, sekarang saatnya untuk berhitung. Hitung budget anda, hitung rencana penjualan anda, hitung resiko anda berilah pupuk pada imajinasi anda. Katakan pada diri anda, si Anu telah sukses dengan cara ini, saya akan ikuti dengan memperhatikan beberapa kelemahannya dan perbaikan atas kelemahan-kelemahan tersebut memberikan kekuatan bagi saya untuk tampil sebagai pesaing mereka.
c. Laksanakan Imajinasi Anda
Seorang yang ingin sukses menuangkan imajinasi mereka dalam tindakan-tindakan yang nyata, sedangkan mereka yang pemimpi, menyampaikan imajinasi mereka kedalam otak mereka dan mengubur imajinasi tersebut dengan mimpi indah. Anda bukan seorang pemimpi, anda dapat melaksanakan imajinasi anda dan anda akan berhasil, camkanlah hal tersebut! Apabila kemudian saya gagal, maka kegagalan tersebut bukanlah kematian bagi saya, tetapi kemunduran untuk melakukan lompatan ke depan. Penulis pernah melakukan beberapa usaha mulai dari tambak udan, perkayuan, kantor pengacara dan lain-lain dan semuanya tidak berkelanjutan, kenapa?
Energi pikiran saya menyebar tidak terfokus, dan itu tidak bisa jalan, tetapi ketika saya jalankan kantor Notaris dengan energi terfokus, maka usaha tersebut jalan. Fokuskan energi anda dan anda akan berhasil.
d. Tiada Sukses Tanpa Usaha
Mulailah usaha anda dengan satu langkah, maka pintu sukses akan terbuka bagi anda. Neil Amstrong di bulan mengatakan "Ini suatu langkah kaki kecil manusia, tetapi lompatan besar bagi umat manusia". Semuanya dimulai dengan langkah kecil, dengan kesungguhan, disiplin dan kecerdikan usaha yang dimulai dari kecil akan menjadi besar. Apabila anda berpikiran untuk melakukan usaha yang langsung mendatangkan untung besar, anda adalah pemimpi.
e. Disiplin Diri
Salah satu hal yang sering menjadi hambatan bagi sukses manusia adalah kemalasan. Yang namanya malas kalau diikuti kemauannya, maka sudah pasti kita akan gagal dalam melakukan apapun. Kita harus tegas dan kejam terhadap kemalasan, harus buang jauh-jauh sifat malas, caranya bagaimana? Dengan Disiplin ! Disiplin dalam bekerja, disiplin dalam melakukan puja bakti, disiplin dalam melakukan perbuatan baik, dan disiplin dalam segala hal.
Banyak sekali umat Buddhis yang senin-kamis melakukan puja bakti, kalau berbuat baik juga angin-anginan. Bagaimana bisa mengharapkan pertolongan dari Junjungan kita? Kalau sudah susah, baru ingat sembahyang. Yang celaka lagi, bukannya kita instropeksi diri, tapi malah menyalahkan Para Buddha dan para Boddhisattva, tidak luwes asih menolong mereka. Kegiatan yang sudah senin-kamis, akhirnya sama sekali tidak lagi dilaksanakan, malah pindah agama, karena janji yang muluk-muluk. Apa rahasia agar kita dapat dibantu dan dibimbing oleh guru Dharma kita? Disiplin melakukan puja bakti dan perbuatan baik. Itu saja kok! Gampang khan? Bagaimana supaya disiplin? Susun jadwal kegiatan kita, jam 06.00 harus bangun, jam 06.30 mulai meditasi 20 menit, jam 07.00 melakukan puja bakti dan baca mantra/sutra. Malam jam 21.00 melakukan puja bakti dan membaca mantra/sutra. Baca mantra/sutra sudah harus ditentukan 7 kali atau 21 kali, 15 menit atau 30 menit. Kegiatan tersebut terus-menerus dilakukan sampai menjadi darah daging (kebiasaan), sampai kita akan merasa tidakn enak, kalau tidak melakukannya pada waktunya. Lakukan perbuatan baik terus, setiap ada kesempatan.
f. Karma adalah Pendorong Usaha
Lihatlah karma sebagai suatu mesin pendorong bagi usaha anda, bukan penghalang atau penahan sukses anda. Hampir 8 dari 10 orang sukses memulai usahanya dari nol. Demikian juga saya, memulai hidup ini dengan uang 1 juta rupiah tahun 1983 yang diberikan oleh orang tua saya dengan pesan sebagai berikut :
"Anakku, inilah uang untuk bekalmu, apakah kau kelak akan menjadi orang sukses atau orang yang gagal, semuanya terserah padamu"
Dengan uang tersebut saya ke Jakarta menempuh hidup baru. Pada saat Ujian Sipenmaru, saya belajar dengan sungguh-sungguh, sedangkan teman-teman saya banyak yang berleha-leha dan santai. Akhirnya saya diterima di Universitas Indonesia dengan uang kuliah Rp 45.000,-/6 bulan. Saya dapat menghemat Rp 920.000,- untuk setahun, uang mana saya masukkan di Bank dan bunganya lumayan buat menopang hidup saya. Pada waktu itu saya tidak mengerti tentang Agama Buddha, saya tidak tahu apa itu Karma, tapi saya giat belajar, saya berjuang. Sekarang setelah saya mengerti mengenai Karma, saya senantiasa berbuat baik, mengurangi perbuatan jahat, mensucikan pikiran, agar karma-karma lampau saya yang buruk dapat berkurang dan karma baik saya bertambah, sehingga dapat menjadi pendorong sukses saya. Yach, saya jadikan karma tersebut sebagai cambuk untuk berhasil, pendorong seperti turbo pada mesin mobil diesel. Saya tidak bosan-bosannya melakukan perbuatan baik, salah satu bentuknya adalah buku yang blog yang anda baca ini, adalah wujud perbuatan baik saya agar dapat bermanfaat untuk makhluk hidup lainnya. Saya berkomitmen dan saya melaksanakan, Untuk apa saya melakukan penyepian di Vihara Mendut, Yogyakarta sambil menulis blog, sedangkan di rumah saya bisa tidur di kasur empuk dan berjalan dengan kendaraan yang joknya kulit? Saya mengerti akan karma dan saya melaksanakannya, itulah jawabannya. Saya ingin prihatin, agar saya tidak sombong dan tetap bisa berjalan dengan kebenaran Dharma. Saya ingin dapat mempertahankan kebahagiaan yang telah saya peroleh dan saya ingin berbuat sesuatu untuk orang lain. Karenanya mulai hari ini, laksanakanlah imajinasi anda, laksanakan rencana anda, lakukan perbuatan baik, kendalikan pikiran anda, positifkan energi pikiran anda dan anda akan berhasil dalam dua sisi, kebahagiaan materi, sisi lain kebahagiaan spiritual.
Dengan demikian Surga di dunia telah anda ciptakan dan anda berhak menikmatinya. Dengan melakukan perbuatan buruk, walaupun bencana/hukuman belum datang, tetapi rezeki telah menjauh.
"Sangatlah mudah melakukan perbuatan buruk dan tidak bermanfaat bagi diri sendiri, namun sungguh sulit melakukan perbuatan bajik dan bermanfaat bagi diri sendiri".
"Oleh diri sendiri kejahatan diperbuat, karena diri sendiri seseorang menjadi ternoda. Oleh diri sendiri kejahatan tidak diperbuat, karena diri sendirilah seseorang menjadi mulia".
"Kemuliaan atau kehinaan adalah milik masing-masing orang. Tiada seorangpun dapat memuliakan orang lain".
(Dhammapada 163,165)
g. Memahami Hakekat Uang/Kekayaan
Uang / Kekayaan itu penting, tetapi bukan yang terpenting. Apa yang bisa dibeli dengan uang?
Ranjang tetapi bukan tidur,
Buku tetapi bukan pengetahuan,
Makanan tetapi bukan selera,
Perias Wajah tetapi bukan kecantikan,
Bangunan tetapi bukan rumah,
Obat tetapi bukan kesehatan,
Kemewahan tetapi bukan kebahagiaan,
Agama tetapi bukan keselamatan,
Jangan katakan ini punyamu dan ini punyaku,
Katakanlah ini datang padamu, datang padaku, sehingga tidak perlu menyesal cahaya yang pudar, dari semua yang berkilau yang akan lenyap.
Sajak diatas dari pengarang yang tidak dikenal dapat memberikan gambaran yang sangat jelas tentang apa yang dapat diperbuat oleh uang. Namun hidup tanpa uang juga sangat repot pada zaman sekarang. Hampir semua tindakan manusia memerlukan pengorbanan materi. Kita sebagai umat awam, wajib mencari kekayaan yang akan dipergunakan untuk menghidupi keluarga kita, untuk membantu sesama manusia, agama dan negara.
Bagaimana agar kekayaan yang kita peroleh dapat membawa kebahagiaan?
Carilah kekayaan dengan jalan yang benar dan wajar, pergunakanlah kekayaan dengan cerdik dan bermoral. Cerdik artinya dapat mengatur keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan. Bermoral artinya pakailah kekayaan tersebut untuk hal-hal yang baik, jangan memakai untuk hal yang dilarang agama, hukum dan negara.
Jangan melekat kepada uang dan kekayaan, sehingga membuat kita menjadi materialistis. Janganlah semua perbuatan dan tindakan semata-mata diukur dengan uang. Hal tersebut hanya akan membuat kita jatuh ke dalam kegelapan bathin dan penderitaan yang hebat.
Ingatlah, begitu kematian datang, tidak ada satu senpun uang yang akan mengikuti perjalan kita, tetapi perbuatan baik dan buruklah yang akan menemani kita. Karenanya, bertindaklah cerdik dan bermoral soal kekayaan ini.
.
Showing posts with label MENCIPTAKAN SURGA DI DUNIA : 3. Menjadi Sukses. Show all posts
Showing posts with label MENCIPTAKAN SURGA DI DUNIA : 3. Menjadi Sukses. Show all posts
Thursday, July 22, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)