2. BERPIKIR POSITIF,
Dua Dasar perasaan manusia adalah :
1. Cinta Kasih : Sumber dari emosi positif lainnya, seperti kesabaran, toleransi, kegembiraan, keramahan, kemauan menolong, dan lain-lain.
2. Ketakutan : Sumber dari emosi negatif yang lain, marah, sedih, tamak, cemas, takhyul, dan lain-lain.
Pikiran kita seperti komputer, siap menerima input dan informasi yang ingin kita masukkan. Apakah kita ingin memasukkan dasar Cinta Kasih atau Ketakutan, tinggal kita yang memilih.
Dalam perkembangan mentalitas kita, sangatlah dipengaruhi oleh dasar apa yang kita pilih. Pikiran kita, hanyalah kita yang mampu mengontrolnya, sedangkan orang lain hanya dapat mempengaruhi.
Apabila kita menulis dasar emosi kita positif yaitu cinta kasih, maka akibatnya adalah kita menciptakan situasi menyenangkan dalam hidup kita. Kita ramah terhadap yang lain, penuh simpati maka hidup kita juga penuh kedamaian. Demikian sebaliknya, apabila kita taburkan ketakutan, kemarahan, kesedihan maka hidup kita ini penuh dengan penderitaan.
Suatu penemuan yang hebat dalam abad ke 20, oleh para ilmuwan, diketahui suatu konsep tentang alam kita yang terdiri dari susunan energi. SEtiap benda maupun pikiran merupakan gabungan dari atom-atom yang bergerak terus menerus, yang menghasilkan energi. Semua energi untuk tunduk pada Hukum Alam.
Dalam hal energi pikiran, berlaku Hukum Alam sebagai berikut : "Apa saja yang kita berikan akan kembali kepada diri kita sendiri". Jikalau kita melepaskan energi pikiran jahat, marah, benci, maka tenaga pikiran negatif tersebut akan berbalik pada diri kita sendiri. Yang pertama-tama akan menerima kerugiannya adalah diri kita, bukan musuk kita.
Demikian sebaliknya energi pikiran yang baik, kasih sayang, ramah, simpati juga akan mendapatkan akibat yang baik, sikap energi dasar ini dapat dilatih dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi kebiasaan sebagai tabiat kita. Pikiran positif dapat kita tumbuhkan dengan melalui berbagai cara :
A. Kekuatan Imajinasi
Pikiran kita jangan diisi dengan hal-hal yang buruk, seperti adanya hantu, kecelakaan, perampokan, pencurian dan lain-lain, tetapi isilah pikiran dengan hal-hal yang positif. Bacalah buku-buku yang memberikan kekuatan bagi kita untuk mengembangkan pikiran yang positif, meditasi sangat membantu untuk menyusun kekuatan imajinasi kita.
B. Auto Sugesti
Senantiasa mengulangi dalam batin kita tentang hal-hal positif. "Saya adalah makhluk yang paling beruntung di dunia ini, diberikan kesehatan, keluarga bahagia dan pekerjaan".
"Saya hidup berkecukupan, tidak ada yang salah dengan kondisi saya saat ini, tapi saya akan bekerja lebih rajin dan terampil agar dapat mempertahankan apa yang telah saya peroleh dan bahkan kemajuan".
"Saya percaya akan karma, karenanya saya senantiasa melakukan perbuatan-perbuatan baik agar dapat memperoleh hasil yang baik pula".
C. Bersyukur dan Berterima Kasih
Senantiasa membiasakan diri bersyukur dan berterima kasih walaupun hasil yang kita peroleh sedikit. Namun rasa syukur tersebut tidak mengurangi semangat kita untuk berusahaan lebih baik. Bersyukur dengan tidak memperbaiki adalah pasif, bersyukur dengan memperbaiki diri adalah aktif. Orang yang maju adalah orang yang aktif, sedangkan orang pasif senantiasa yang puas akan keadaan status quo.
D. Selalu melihat kebaikan dalam diri setiap orang
Janganlah memandang orang dengan pikiran yang negatif, memang zaman sekarang ini banyak sekali orang-orang jahat yang senantiasa dapat merugikan orang lain. Kita bukannya tidak boleh curiga, kita harus waspada dan tetap melihat orang lain secara positif. Memandang kebaikan, bukan artinya membiarkan kita masuk kedalam situasi berbahaya. Kalau jalan di depan kita gelap, lebih baik kita mengambil jalan yang lebih terang dan ramai, kalau kita mengetahui suatu tempat adalah tempat berkumpul orang-orang yang suka mabuk, maka hindarilah. Namun kewaspadaan ini, jangan lah sampai menjadi phobia ketakutan, sehingga setiap orang lain dilihat dengan kacamata negatif. Kondisi tersebut akan merusak ketentraman hati kita dan merusak keharmonisan dengan orang lain.
Setiap tindakan orang pasti ada penyebabnya. Kenapa kita tidak berpikir positif atas penyebabnya. Misalnya kita ditodong oleh penjahat. Kalau kita berpikiran positif, maka kita akan memaafkan penjahat tersebut, mungkin penjahat tersebut sedang kepepet uang untuk membeli obat atau susu untuk anaknya. Bukanlah itu lebih baik daripada kita berpikir, "Aduh saya sedang sial, habis sudah uang belanja, awas dia, kalau ketangkap nanti saya cincang dia" dan pikiran negatif tersebut senantiasa menghantui kita, sampai kita tidak dapat tidur dengan tenang selama beberapa hari. Kita sudah rugi materi, kenapa kita masih harus rugi waktu istirahat kita, kan lebih baik kita lupakan dan maafkan. Kedengarannya sedikit ekstrem, tetapi cobalah laksanakan, anda pasti merasakan bahwa energi positif membuat anda lebih berbahagia.
E. Melihat kemampuan kita
Semua orang punya cita-cita, namun kita harus berpikir positif bahwa cita-cita kita harusnya dapat terlaksana. Dalam pikiran kita, kita kembangkan pikiran bahwa saya dapat maju, saya sekarang miskin, tetapi saya bercita-cita untuk memperbaiki kondisi hidup saya, dan saya mampu. Untuk itu saya akan berusaha, berdisiplin diri, rajin dan mau belajar. Saya mampu seperti orang lain. Demikianlah cita-cita harus dapat dilaksanakan dan positif, juga bercita-cita yang negatif, karena hasil yang dicapai tidak akan memberikan kebahagiaan pada kita.
F. Senantiasa bertindak berlandaskan niat baik
Dalam setiap tindakan, ucapan dan pikiran harus bersumber dari niat baik. Dengan niat dan etikad yang baik, maka hasil yang akan kita peroleh juga baik. Apabila kita bertindak berdasarkan niat yang buruk, maka pasti kita akan menerima hasil yang jelek juga.
Tetapi dalam kenyataan hidup, kenapa ada manusia yang bisa memperoleh uang atau kekayaan dengan melakukan perbuatan buruk? Misalnya dengan menipu, melanggar hukum, berdagang narkoba, bergerak di dunia mafia atau kehidupan malam? Bener mereka punya uang, tapi coba tanyakan apakah mereka berbahagia? Lihat apa keluarganya berbahagia? Kita perhatikan hidup mereka di masa yang akan datang, apa bener mereka berbahagia? Tiada suatu kejahatanpun yang dapat menyembunyikan diri dari balasan karma buruk. Mungkin balasan karmanya belum datang hari ini, tapi besok, lusa, bulan depan, tahun depan, pasti akan datang. Apabila karma buruknya sudah berbuah, maka menangis darahpun tiada berguna. Banyak sudah kita melihat kenyataan, bagaimana orang bersedia menukarkan semua uangnya yang ratusan milyard rupiah, agar kecelakaan tidak menimpa keluarganya, namun karma tak bisa disogok atau disuap. Siapa yang berbuat, dia yang harus menerima akibatnya. Lebih baik bertobat sekarang, sebelum semuanya terlambat. Kembalilah ke jalan yang bener, tumbuhkan selalu niat baik, walaupun hasil dari perbuatan yang didasari niat baik belum tentu diterima oleh teman atau keluarga kita, tetapi paling tidak hati kita sudah bener, INGAT! "KEBENARAN SELALU DATANG BELAKANGAN".
G. Cintailah orang lain dan diri sendiri
Dengan menganggap semua makhluk mempunyai hak hidup yang sama dengan kita, maka kembangkanlah cinta kasih, kita tidak ingin mencelakai orang lain, demikian pula kita tidak mau orang lain mencelakakan kita, kita ingin melihat diri kita bahagia demikan juga orang lain. Jangan egois, apabila kita bisa memberikan kebahagiaan pada orang lain, maka energi positifnya akan kembali kepada kita berupa kebahagiaan bagi kita juga. Kita berbahagia melihat orang berbahagia, jauhkan sifat iri hati.
H. Laksanakanlah Hukum Agama dan Hukum Alam dengan baik
Perbanyak berbuat baik
Kurangi perbuatan buruk
Sucikan Hati dan Pikiran
Itulah ajaran Para Buddha
Kurangi perbuatan buruk
Sucikan Hati dan Pikiran
Itulah ajaran Para Buddha
Kita berusaha mentaati sebanyak mungkin Hukum Agama dan Hukum Alam yang telah ada. Mentaati sebanyak mungkin, mempunyai pengertian tidak semua hukum tersebut bisa kita taati pada saat yang sama. Kita senantiasa mempunyai pilihan, pilihlah tindakan yang paling sedikit merugikan orang lain, senantiasa berusaha melakukan perbuatan-perbuatan baik.
Dengan demikian pikiran-pikiran positif senantiasa melingkupi kehidupan kita. Dengan berfikiran positif kita telah membuka gerbang bagi kehidupan surgawi di dunia bagi kita semua.
Bagaimana dengan masalah kemiskinan? Apakah orang miskin dan yang selalu gagal dapat juga menciptakan surga di dunia? Tentu dapat, sejak uraian pertama sampai halaman ini baik orang yang telah berhasil atau masih belum berhasil orang yang telah kaya tau belum kaya. Semuanya dapat menerapkan prinsip-prinsip yang sedang kita bahas, dan hasilnya juga sama. Bagi mereka yang belum merasakan kesuksesan, maka uraian selanjutnya akan menghantarkan anda menjadi sukses.